Gol Jon Rojo pada Menit Terakhir Perpanjangan Waktu Antar Sestao Singkirkan Espanyol

Sestao River menciptakan kejutan besar dalam dunia Sepak Bola Spanyol setelah menyingkirkan RCD Espanyol dengan kemenangan dramatis 4-3 pada putaran pertama Copa del Rey 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Las Llanas pada 27 Oktober 2026 tersebut ditentukan oleh gol Jon Rojo pada menit ke-121, tepat ketika laga hampir memasuki adu penalti. Klub kasta keempat Spanyol itu berhasil mengalahkan Espanyol yang berkompetisi di La Liga meskipun menghadapi perlawanan sengit sepanjang 120 menit lebih. Kemenangan bersejarah Sestao sekaligus memperburuk situasi Espanyol, yang kemudian memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih Manolo González.
Kemenangan Dramatis Sestao Mengguncang Copa del Rey
Kesuksesan Sestao River mengalahkan RCD Espanyol dengan skor 4-3 tercatat sebagai salah satu peristiwa paling menarik dalam perjalanan kompetisi domestik musim 2026/2027. Skuad yang bermain pada Segunda Federación, kasta keempat Sepak Bola Spanyol, mampu menundukkan lawan yang memiliki status lebih tinggi. Kesenjangan level kompetisi itu pada awalnya membuat Espanyol sebagai kandidat kuat memenangkan pertandingan. Meski begitu, Sestao menunjukkan bahwa kedisiplinan kolektif dapat memberikan perlawanan terhadap klub besar. Keberhasilan bersejarah ini memberikan pencapaian istimewa bagi suporter setia Sestao River.
Duel yang berlangsung di kandang Sestao memperlihatkan drama sepanjang pertandingan sejak peluit pembukaan. Permukaan rumput stadion yang menjadi berat karena guyuran hujan menciptakan kondisi yang tidak mudah bagi kedua tim. Skuad asal wilayah Basque tersebut mampu menyesuaikan diri situasi tersebut. Di pihak tim tamu, Espanyol harus bekerja keras menghadapi tekanan meskipun mempunyai kualitas individu yang lebih diunggulkan. Kesiapan menghadapi kondisi pertandingan turut menentukan dinamika dalam jalannya laga.
Espanyol Unggul Lebih Dahulu Melalui Penalti Marcos Fernández
Pertandingan langsung menghadirkan tekanan awal dari klub La Liga. Saat laga baru berjalan enam menit, Marcos Fernández mampu membuka keunggulan melalui kesempatan penalti yang diperoleh timnya. Kesempatan mencetak gol itu diberikan akibat pelanggaran Jon Rojo terhadap Marcos Fernández di area terlarang. Gol pembuka itu membuat tim tamu memimpin dan membuka peluang bagi skuad asuhan Manolo González. Namun demikian, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Skuad tuan rumah tetap berusaha menyerang meskipun harus mengejar skor sejak awal.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-18, Adrián Carrión sukses mengembalikan skor menjadi imbang melalui penyelesaian yang efektif. Penyelesaian pemain Sestao itu memberikan dorongan besar bagi skuad Sestao River. Pertandingan kemudian semakin menarik ketika peluang menyerang terus dibangun. Ketika pertandingan berjalan sekitar 40 menit, Andoni Ugarte sukses membuat Sestao membalikkan kedudukan setelah menyelesaikan peluang dari bola mati. Keunggulan tersebut menjadi kejutan besar karena Sestao membalikkan keadaan. Ketika wasit mengakhiri paruh pertama, keunggulan Sestao bertahan.
Espanyol Bangkit pada Menit Akhir dan Memaksakan Perpanjangan Waktu
Memasuki babak kedua, Espanyol mencoba menambah intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Para pemain Espanyol memiliki kebutuhan besar dalam menembus pertahanan lawan. Sementara itu, Sestao River tetap menjaga posisi memimpin pertandingan melalui kerja sama bertahan yang solid. Situasi pertandingan akibat hujan memerlukan konsentrasi lebih tinggi. Saat kedua tim menghadapi tekanan, kedisiplinan posisi berpotensi menentukan hasil. Sestao berhasil mempertahankan keunggulan hingga mendekati akhir meskipun lawan terus mencari gol penyeimbang.
Menjelang berakhirnya waktu normal, Espanyol akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengembalikan skor menjadi imbang. Peluang yang sangat berarti datang melalui hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran terhadap Edu Expósito di dalam kotak penalti. Pemain depan tim tamu itu mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan peluang dari titik putih. Menjelang peluit akhir waktu normal, Roberto berhasil mencetak gol sehingga kedua tim kembali imbang. Gol tersebut memaksa kedua tim bersiap menghadapi tambahan waktu. Ketika babak kedua selesai, kedua tim sama-sama mencetak dua gol, sehingga laga harus memasuki babak tambahan.
Dua Gol pada Awal Perpanjangan Waktu Mengubah Kedudukan
Memasuki perpanjangan waktu, drama pertandingan terus berlanjut meskipun para pemain telah mengalami kelelahan. Tim tamu sukses menciptakan kesempatan menyerang pada menit ke-96 melalui Gabriel Moscardo. Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Sestao River. Penyelesaian pemain Espanyol itu mengubah kedudukan menjadi 2-3. Situasi tersebut membuka kesempatan bagi Espanyol untuk mengakhiri perlawanan Sestao. Akan tetapi, Sestao sekali lagi menunjukkan kemampuan merespons tekanan.
Pada menit ke-98, Ander Laka sukses mengembalikan skor menjadi imbang melalui penyelesaian menggunakan kepala setelah menerima umpan bola mati. Keberhasilan tim tuan rumah menghapus keunggulan Espanyol untuk kedua kalinya. Respons cepat Sestao menjadi gambaran mentalitas kolektif dalam pertandingan sistem gugur. Usai gol Ander Laka, peluang menuju adu penalti semakin terbuka. Skuad Manolo González mencoba kembali mengambil keunggulan, sedangkan Sestao berusaha memanfaatkan setiap peluang. Menjelang selesainya babak tambahan, kedua tim belum menemukan gol berikutnya.
Gol Dramatis Jon Rojo Mengakhiri Perlawanan Espanyol
Peristiwa paling bersejarah muncul pada menit ke-121 ketika kedua tim bersiap menghadapi kemungkinan penalti. Skuad asal Basque tersebut mendapatkan serangan penentu di area berbahaya lawan. Ketika bola berada di kotak penalti, Jon Rojo mampu menyambar bola liar setelah pertahanan Espanyol gagal membersihkan bola. Jon Rojo melepaskan penyelesaian jarak dekat sehingga kedudukan berubah menjadi 4-3. Momen luar biasa tersebut membangkitkan kegembiraan luar biasa di Stadion Las Llanas. Dengan waktu yang hampir habis, Espanyol gagal menemukan waktu untuk membalas sehingga kemenangan Sestao akhirnya dipastikan.
Makna besar gol pada menit ke-121 bukan sekadar berkaitan dengan waktu terciptanya gol. Keberhasilan Rojo mencetak gol menjadi penutup perlawanan luar biasa tuan rumah sepanjang dua jam pertandingan. Sepanjang jalannya laga, Sestao tidak kehilangan keyakinan meski menghadapi tekanan ketika Espanyol kembali mengambil keunggulan. Ketahanan menghadapi situasi sulit turut mendukung keberhasilan tuan rumah untuk tidak menyerah sebelum peluit akhir. Dalam pertandingan sistem gugur, kemampuan menjaga konsentrasi sering menjadi faktor utama kemenangan. Untuk bek Sestao tersebut, kontribusi pada menit terakhir menghasilkan pencapaian penting.
Hasil Mengecewakan di Copa del Rey Memperburuk Situasi Espanyol
Kekalahan dari Sestao River menghadirkan konsekuensi serius bagi RCD Espanyol. Tidak lama setelah pertandingan, manajemen klub menyampaikan pemberhentian pelatih Manolo González. Langkah manajemen itu memperlihatkan besarnya tekanan karena Espanyol berada dalam periode hasil pertandingan yang mengecewakan. Sebelum menghadapi Sestao, Espanyol mengumpulkan satu angka dari 15 poin tersedia. Performa negatif tersebut menambah tekanan bagi manajemen serta tim kepelatihan. Tersingkir oleh tim Segunda Federación menjadi pukulan tambahan dalam situasi kompetitif tim asal Barcelona.
Sebaliknya bagi skuad Sestao, hasil dramatis dengan skor 4-3 menciptakan pencapaian istimewa untuk melanjutkan perjalanan di Copa del Rey. Skuad yang bermain di Segunda Federación sukses menunjukkan bahwa perbedaan tingkat kompetisi dapat diatasi melalui permainan kolektif. Dalam pertandingan tersebut, Sestao sukses menggunakan kesempatan menyerang untuk menciptakan gol penentu. Hasil tersebut berpotensi meningkatkan kepercayaan diri bagi pendukung setia klub. Walaupun berhasil menyingkirkan Espanyol, tantangan pada putaran berikutnya tetap membutuhkan kesiapan agar tim mampu menghadapi lawan berikutnya.
Drama Menit Terakhir Membawa Sestao Menyingkirkan Espanyol
Keberhasilan klub kasta keempat Spanyol atas RCD Espanyol dengan skor 4-3 memperlihatkan contoh menarik bahwa kejutan dapat terjadi kapan saja dalam dunia Sepak Bola. Meskipun harus melewati pertandingan yang berlangsung lebih dari 120 menit, Sestao berhasil mempertahankan semangat kolektif yang kuat. Penyelesaian Adrián Carrión, Andoni Ugarte, Ander Laka, dan Jon Rojo menentukan hasil akhir bagi tim tuan rumah. Gol terakhir Jon Rojo menciptakan penutup dramatis karena muncul pada detik terakhir perpanjangan waktu. Sementara itu, Espanyol menghadapi evaluasi serius setelah kalah dari klub kasta keempat. Bagaimana pendapat Anda, apakah gol dramatis Jon Rojo layak dianggap sebagai kejutan terbesar Copa del Rey musim 2026/2027? Ceritakan penilaian Anda mengenai drama tujuh gol di Stadion Las Llanas.








