Absennya Jay Idzes Bikin Sassuolo Kesulitan Meraih Kemenangan di Serie A

Sassuolo menghadapi periode sulit dalam persaingan Serie A 2026/2027 setelah kehilangan bek andalannya, Jay Idzes, akibat cedera otot paha. Klub berjuluk I Neroverdi tersebut belum berhasil meraih kemenangan dalam tiga pertandingan Liga Italia sejak kapten Timnas Indonesia itu menepi. Situasi semakin mengkhawatirkan setelah Sassuolo takluk 2-4 dari Frosinone pada 17 Oktober 2026, menyusul hasil imbang menghadapi AC Milan dan kekalahan dari Como. Ketidakhadiran Idzes menjadi perhatian penggemar Sepak Bola Indonesia karena pemain tersebut memiliki peran penting dalam menjaga organisasi pertahanan. Rentetan hasil negatif ini sekaligus menghadirkan tantangan besar bagi pelatih Alberto Aquilani.
Absennya Jay Idzes Bertepatan dengan Penurunan Performa Sassuolo
Sassuolo harus menghadapi rangkaian pertandingan dengan hasil mengecewakan setelah kapten Timnas Indonesia itu tidak dapat dimainkan. Sepanjang tiga laga liga tanpa kehadirannya, Sassuolo belum berhasil mengamankan kemenangan. Skuad yang ditangani Alberto Aquilani hanya memperoleh satu hasil seri dari tiga pertandingan. Rangkaian hasil tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keseimbangan permainan karena Sassuolo sebelumnya mampu menaklukkan Juventus dengan hasil akhir 3-2. Perubahan hasil tersebut memperlihatkan adanya tantangan baru.
Ketidakhadiran Jay Idzes mendapat perhatian besar karena organisasi pertahanan membutuhkan koordinasi. Meski demikian, performa buruk tim tidak otomatis memiliki satu penyebab. Kualitas penyelesaian akhir, koordinasi pemain tengah, serta pengambilan keputusan selama pertandingan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Di tengah persaingan Serie A, hasil maksimal membutuhkan keseimbangan berbagai aspek. Atas dasar tersebut, dampak cedera Idzes harus dilihat bersama kondisi tim lainnya.
Cedera Paha Jay Idzes Berawal dari Pertandingan Melawan Juventus
Masalah kebugaran Jay Idzes bermula ketika menghadapi Juventus pada pekan keempat Serie A musim 2026/2027. Ketika Sassuolo menjamu Juventus, tim asuhan Alberto Aquilani berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-2. Namun demikian, pertandingan itu menyisakan persoalan pada kondisi Idzes. Sang bek mengalami cedera otot quadriceps paha kiri. Evaluasi terhadap kondisinya memperlihatkan robekan otot tingkat sedang. Cedera yang dialaminya memerlukan penanganan khusus sebelum diizinkan melanjutkan aktivitas pertandingan secara penuh.
Estimasi waktu rehabilitasi Jay Idzes diperkirakan berlangsung selama enam hingga delapan minggu. Selama periode tersebut, Idzes mendapatkan penanganan di Amsterdam, Belanda. Penanganan yang dijalaninya bertujuan membantu kesiapan tubuh sebelum bermain kembali. Masalah jaringan otot tersebut harus ditangani dengan cermat karena bagian tubuh ini bekerja ketika berlari. Bagi pemain bertahan, kekuatan ketika melakukan duel menjadi unsur penting permainan. Walaupun estimasi pemulihan sudah disampaikan, kesiapan kompetitif memerlukan penilaian tenaga medis.
Mengapa Kehadiran Jay Idzes Penting bagi Strategi Alberto Aquilani
Jay Idzes mempunyai kualitas yang mendukung organisasi lini belakang. Selain memiliki postur tubuh yang mendukung duel udara, ia dikenal mampu membaca arah serangan. Ketika menghadapi penyerang berkualitas tinggi, kecerdasan menjaga ruang menjadi bagian penting bagi seorang bek tengah. Pemain internasional Indonesia tersebut mampu membantu dalam mengalirkan bola dari area pertahanan. Kemampuan tersebut memberikan alternatif ketika menghadapi pressing.
Kontribusi pengawal lini belakang lebih luas daripada memenangi duel langsung. Pemain tersebut harus menjaga jarak antarpemain agar serangan musuh dapat diantisipasi lebih awal. Saat bek yang terbiasa bermain reguler tidak tersedia, pembagian tanggung jawab perlu diperjelas. Kebutuhan adaptasi ini dapat memengaruhi stabilitas permainan. Pada kondisi yang dihadapi I Neroverdi, perubahan susunan bek menjadi salah satu aspek evaluasi. Walaupun begitu, performa defensif tetap menjadi tanggung jawab kolektif.
Sassuolo Kalah dari Como dan Ditahan Imbang AC Milan
Ketika Sassuolo mulai bermain tanpa Idzes, tim asuhan Alberto Aquilani menghadapi kesulitan. Kekalahan yang menjadi perhatian terjadi ketika menghadapi Como. Pertandingan itu berakhir 3-0 untuk Como, sehingga Sassuolo gagal mendapatkan hasil positif. Hasil buruk ini menjadi bahan evaluasi pertahanan. Pada laga yang berakhir tanpa gol balasan, perhatian tidak cukup diarahkan kepada bek. Kualitas transisi merupakan bagian penting.
Peluang I Neroverdi kembali meraih kemenangan muncul pada duel kontra Rossoneri pada 11 Oktober 2026. Pertemuan kedua klub tersebut menghasilkan kedudukan sama kuat satu gol. Tim tamu sempat memimpin melalui Adrien Rabiot pada menit ke-63. Namun demikian, Sassuolo mampu memberikan respons melalui kontribusi pemain bertahan Cas Odenthal. Dalam pertandingan tersebut, Duje Caleta-Car dan Fedde Leysen mengisi jantung pertahanan. Hasil imbang itu menjadi bukti tim masih mampu memberikan respons, tetapi belum mengakhiri penantian kemenangan.
Kekalahan dari Frosinone Perpanjang Tren Negatif Sassuolo
Pertandingan berikutnya menghadirkan tantangan lebih berat untuk I Neroverdi. Dalam pertemuan di Stadio Benito Stirpe, Sassuolo takluk dengan skor empat gol berbanding dua. Laga yang digelar pada pertengahan Oktober 2026 menunjukkan sulitnya menjaga keseimbangan. Frosinone membuka keunggulan melalui Giacomo Calo pada menit kesembilan. Tim tamu mampu membalas lewat kontribusi gol Berardi. Namun, Frosinone mampu menciptakan ancaman lanjutan.
Penyerang Frosinone, Antonio Raimondo, tampil sangat produktif setelah mencetak dua gol pada menit ke-27 dan ke-30. Sassuolo sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Kristian Thorstvedt. Setelah sejumlah peluang berhasil dimanfaatkan, babak pertama berakhir dengan keunggulan Frosinone 3-2. Pada babak kedua, Raimondo kembali mencetak gol untuk memastikan hattrick. Skor empat gol berbanding dua memperpanjang tren negatif I Neroverdi. Jalannya pertandingan itu memperlihatkan perlunya memperbaiki konsentrasi pertahanan.
Sassuolo Harus Beradaptasi Selama Jay Idzes Belum Pulih
Juru taktik Sassuolo tersebut mendapatkan pekerjaan rumah yang cukup besar setelah hasil positif belum kembali diperoleh. Salah satu prioritas utama adalah kemampuan menjaga organisasi pertahanan. Pada pendekatan taktik tingkat profesional, organisasi bertahan membutuhkan dukungan antarlini. Sektor sentral perlu menjaga keseimbangan agar serangan lawan dapat dihentikan lebih awal. Selain itu, kemampuan mengantisipasi umpan silang harus dipertahankan secara konsisten. Penyesuaian strategi demikian dapat membantu menekan jumlah peluang lawan.
Pemulihan pemain bertahan tersebut berpotensi memberikan tambahan pilihan bagi tim pelatih Sassuolo. Namun demikian, perbaikan tim perlu dilakukan tanpa menunggu seorang bek. Para bek yang tersedia seperti Caleta-Car serta Leysen tetap memiliki kesempatan meningkatkan koordinasi. Ketepatan menentukan posisi merupakan unsur yang dapat dilatih. Selain persoalan bertahan, produktivitas para penyerang tetap dibutuhkan. Melalui pembenahan yang menyeluruh, Sassuolo memiliki kesempatan kembali meraih kemenangan.
Kesimpulan: Sassuolo Butuh Kebangkitan Sambil Menunggu Jay Idzes
Absennya Jay Idzes akibat cedera menjadi salah satu sorotan dalam tren negatif I Neroverdi. Pada tiga pertemuan liga ketika sang bek absen, I Neroverdi hanya mencatatkan dua kekalahan dan satu hasil imbang. Kegagalan meraih poin saat melawan Como, tambahan satu poin dari pertemuan melawan Rossoneri, serta kegagalan menahan serangan Frosinone menjadi gambaran tantangan yang dihadapi. Namun demikian, kesulitan Sassuolo tidak dapat dinilai hanya dari absennya satu pemain. Organisasi antarlini memerlukan kontribusi kolektif.
Dalam perjalanan pemulihan sang bek, prioritas utama adalah kembali dalam kondisi optimal. Perkiraan absensi enam hingga delapan pekan belum dapat dianggap sebagai kepastian waktu comeback. Di sisi klub, Sassuolo perlu meningkatkan konsistensi menghadapi lawan berikutnya. Di tengah perjalanan Liga Italia musim ini, konsistensi menjadi faktor utama untuk memperbaiki posisi. Untuk para pendukung Jay Idzes, perjalanan comeback bek Timnas Indonesia layak mendapat perhatian. Bagaimana pendapat Anda, seberapa besar pengaruh absennya Jay Idzes terhadap pertahanan? Mari berbagi pandangan mengenai kondisi Sassuolo tentang peluang Sassuolo memperbaiki performa.








